Info Bisnis Online

Pilih Jualan Marketplace, Sosmed atau Website??

Publish: 16 Nov 2021 08:19

Wadah untuk promosi saat ini ada begitu banyak. Kalau dibagi, setidaknya ada 3 kelompok yaitu:

  1. Marketplace
  2. Sosial Media
  3. Website

Masing-masing tentu punya keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. Kalau harus memilih, saya akan menjawab pilih yg sesuai dengan kemampuan.

8 Cara yang Dilakukan Toko Online Untuk Membuat Anda Lebih Banyak Berbelanja

Misalnya anda udah paham dengan alur di sosial media. Setiap posting selalu ada yg komen atau like. Intinya punya follower yg loyal. Nah, akan sangat bermanfaat jika anda mulai memanfaatkan sosial media ini untuk memasarkan produk.

Sayangnya, sosial media itu seperti punya karakter user yang berbeda-beda juga. Contoh paling gampang, facebook misalnya lebih didominasi oleh bapak-bapak dan emak-emak. Sementara anak mudanya sangat jarang, kalaupun ada kebanyakan malah akun fake hehehe..

Beda dengan instagram, kebanyakan diisi anak-anak muda atau keluarga muda. Sehingga jika produk anda menargetkan orang2 di kelompok ini, menggunakan instagram jauh lebih efektif daripada pakai facebook.

Bagaimana dengan Marketplace?

Marketplace sendiri juga ada banyak saat ini. Yang populer ya Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan Blibli. Karakter pengguna masing-masing tentu juga beda. 

Saya pernah coba riset untuk produk saya di tokopedia dan shopee. Di tokped, pencari produk saya hanya sekitar 50-60 saja per bulan. Sementara di Shopee mencapai 500-600 per bulan. Artinya orang2 di shopee lebih banyak cari produk saya daripada yang di Tokopedia. Walaupun biaya iklan per kliknya memang lebih mahal di shopee hehehe...

Kalau pakai website, ada banyak hal yang harus dipelajari dulu. Mulai riset keyword untuk menentukan nama domain dan judul websitenya nanti. Kemudian masih harus install macem-macem untuk membangun website dan tentunya ini gak bisa selesai dalam 1-2 hari. Butuh waktu setidaknya 1 bulanan agar website benar-benar siap.

Tapi enaknya pakai website adalah, semua data adalah milik anda. Data anda tidak akan di-share ke kompetitor. Sudah jamak diketahui bahwa data search di marketplace dimanfaatkan oleh kompetitor anda. Ya contohnya kayak saya itu, sebelum jualan saya bisa tahu berapa pencari produk ini di marketplace tersebut dan tentunya saya tahu siapa saja pesaing saya dan bagaimana strategi jualan mereka.

Bahkan ada yg lebih tragis lagi nasibnya, data sale kan ketahuan laku berapa, nah akhirnya dibuat produk serupa dengan lebih murah dan biaya iklan lebih gede hingga bikin perusahaan anda lenyap seketika. Mereka yg budget marketingnya aja udah gede-gedean akan sangat mudah memberangus industri UMKM dengan modal terbatas lewat marketplace.

Lalu kesimpulannya bagaimana?

Yaaa.. jalankan aja semua hehehe... Ke marketplace ya jualan, ke sosmed ya tebar jaring dan tetap memiliki website sebagai pelabuhan utama perdagangan. Jadi, mindset-nya adalah marketplace dan sosmed hanyalah sarana tebar jaring saja.

Ketika sudah dapat pembeli lewat keduanya kan punya data-data lengkap tuh mulai nama, alamat dan nomor HP. Selanjutnya tinggal di follow up melalui website anda sendiri. Kasih diskonlah, kasih free ongkirlah, kasih reward apa gitu kalau belinya langsung di website.

Apalagi sekarang kan ada potongan 10% tuh di marketplace, nah jadikan itu juga sebagai senjata misal jika beli langsung di website akan dapat diskon 10%.

Setelah berhasil tangkap ikan pakai jaring, maka ikan perlu dipelihara dan dibudidayakan agar semakin banyak. Maka, setelah berhasil dapat pembeli di sosmed dan marketplace, anda perlu membuat mereka menjadi agen penjualan anda. Misalnya dengan menawarkan bagi hasil sebesar 20% jika mereka bisa mendatangkan pembeli ke toko anda.

Daripada duitnya buat iklan per klik, kan mending dialokasikan untuk buyer anda sendiri toh? Sehingga semua sama-sama senang dan menang.

Itu gambaran singkatnya saja sih. Tentu masing-masing produk punya kesulitan dan tantangan tersendiri. Tapi menurut saya, memiliki website adalah hal yang sangat penting dalam bisnis berkelanjutan. Selama anda jualan masih bergantung pada website orang dalam hal ini sosmed dan marketplace, maka anda mau gak mau harus ikut aturan mereka.

Jika suatu saat aturan berubah menyulitkan anda atau bikin keuntungan terus tergerus, maka yang terancam justru bisnis anda sendiri.

Dapatkan Notif Update dan tips bisnis online lain melalui WhatsApp

Kabari Saya

Info Lain

About Us

Cafebisnis Online berdiri tahun 2007 dengan materi panduan wordpress saja waktu itu.
Cafebisnis Online
@Cafebisnis

 

Sponsor Anda

Lutvi Avandi

08970097777
08970097777
cafebisnis
pakarblog

Copyright © Cafebisnis 2016