Website Tamat?

Website Tamat?

27 Okt 2025

Mungkin banyak dari pebisnis online Indonesia yang saat ini agak pesimis dengan masa depan perwebsite-an di Indonesia. Keberadaan sosial media dan marketplace seolah merenggut semua pengunjung. Kita seolah berpikir bahwa sudah tidak ada lagi orang yang akan mengunjungi website baru, apalagi website personal.

Sekarang orang lebih suka nulis di sosial media atau jualan produk di marketplace.

Tapi ternyata... data menunjukkan kenyataan yang berbeda. Secara internasional, pertumbuhan website justru terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Bahkan di tahun 2024 saja jumlahnya sudah hampir mengalahkan tahun 2020 padahal baru 4 tahun. Di akhir 2025 nanti sudah pasti akan jauh melebihi itu.



Sebab tiap hari diperkirakan ada 250 ribu website baru.

Sayangnya pertumbuhan sebesar itu, ternyata tidak dinikmati oleh rakyat Indonesia. Website berbahasa Indonesia rupanya hanya sekitar 1,1% saja dari seluruh website. Padahal penduduk Indonesia termasuk 5 besar negara terbanyak dengan populasi mencapai 3,47% dibanding penduduk seluruh dunia. Yaa semoga saja ada banyak rakyat Indonesia yang memiliki website juga namun dibikin dalam bahasa Inggris.



Padahal kalau kita melihat secara umum, Google dan Youtube masih menjadi 2 situs terbesar dengan pengunjung terbanyak. Artinya orang2 masih menggunakan mesin pencari daripada sosmed ataupun web AI.

Itu berarti keberadaan website masih menjadi rujukan bagi orang2 untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.



Tinggal kita sekarang mau tetap membesarkan sosmed dan marketplace atau kita juga ikut serta dalam dunia perwebsite-an.

Memang secara kemudahan, sosmed dan marketplace masih menjadi unggulan. Namun, jangan sepenuhnya bergantung pada mereka. Bagaimanapun, memiliki website sendiri jauh lebih menguntungkan dibanding "menumpang" di sosial media.

Kita perlu mengkombinasi keberadaan sosmed/marketplace dengan website kita. Bagaimana caranya? Kapan2 kita bahas lagi yaah

Dapatkan Notif Update dan tips bisnis online lain: