Artikel kemarin membahas soal langkah pertama dalam bisnis online. Yaitu menemukan minat. Tapi sayangnya, ada juga yang merasa terlalu banyak minat sehingga bingung pilih yang mana. Walaupun menurut saya, lebih susah lagi kalau kita merasa tak punya minat apapun.. hehehe..
Bagaimana mengenali minat?
Langkah pertama adalah membuka pikiran. Menghilangkan definisi kita sendiri soal minat. Bagi saya, yang namanya minat adalah apapun yang menyenangkan untuk kita lakukan. Jika melamun bisa membuat anda senang, maka disitulah minat anda. Jika menonton sepak bola membuat anda senang, maka itulah minat anda.
Seringkali kita selalu menghubungkan antara minat dan bakat. Padahal tidak selalu sebagaimana saya sebutkan di artikel sebelumnya. Minat adalah minat. Minat adalah kegemaran. Jika anda menganggap minat adalah bakat terpendam, maka anda sudah salah langkah dan salah definisi. Akibatnya anda takkan pernah bisa menemukan minat anda.
Langkah kedua untuk mengenali minat adalah pergi ke toko buku. Tidak saya tidak menyuruh anda untuk beli buku ke-2 saya.. hehehe.. Saya hanya ingin anda pergi dan pilihlah rak dengan topik tertentu yang menurut anda menarik. Lihatlah judul-judul bukunya. Jika ada satu buku yang berhasil menarik keinginan anda untuk membaca, maka disanalah minat anda berada. Jika anda sampai membeli buku itu, maka itulah minat terbesar anda. Gampang kan? Saya yakin dengan cara ini, anda bisa memilih 1 minat saja karena tak mungkin anda pergi ke 2 rak yang berbeda dalam waktu bersamaan kan?
Langkah ketiga adalah sediakan uang 50.000 lalu belikan sesuatu yang anda suka. Ingat, uangnya terbatas, pastikan anda mendapatkan barang yang benar-benar anda sukai. Nah, barang itulah yang menjadi minat anda.
Langkah keempat adalah pengujian. Uji diri anda sendiri tentang hal yang anda suka. Misalnya anda pilih sepak bola, nah sejauh mana anda tahu soal sepak bola? Siapa orang terkenal di bidang itu? Produk-produk apa yang berhubungan dengan itu, dll. Makin banyak anda tahu tentang suatu bidang berarti makin besar minat anda di bidang itu.
Saya pernah mendengar (atau membaca ya?) suatu ungkapan seperti ini. Kita lebih banyak mendengar ucapan orang lain daripada ucapan diri sendiri. Bahkan menemukan minat sendiripun kita masih bertanya pada orang lain.
Anda tidak salah, karena memang sistem pendidikan dan pengajaran orang tua kita ya seperti itu. Walaupun dalam hal ini seharusnya tidak dipakai. Kita terlalu sering dicekoki dengan ungkapan, “Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi”. Akibatnya saat kepentingan itu berhubungan dengan pribadi, maka kita mendahulukan opini umum. Maka jadilah kita menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya.
Siapa yang paling mengenal diri kita? Hanya Allah dan kita saja kan? Bahkan ortu kita pun takkan bisa mengenal siapa kita sebenarnya. Jadi, temukan minat anda sendiri tanpa bantuan siapapun. Sediakan waktu untuk mengenali diri sendiri.
belum ada yang komen ini.. Banyak yang ‘kena’ sama pak mastha yhaaa
))
Astagfirullah……tercengang…terbangungkan dr angan2.
tersentak saya setelah baca artikel berantai ini… ga salah saya pilih mentor…
minat sy ada di bisnis online….smoga bisa sgera skss berbisnis online spt mas Lutvi dan tmn2 yg lainnya….