Seringkali kita mengatakan orang-orang yang menyerah sebelum akhir pertandingan adalah seorang pecundang. Sering pula kita lihat bahwa mereka yang tiba-tiba berhenti dari perjuangannya sebagai orang kalah. Dan terkadang kita lihat perjuangan dua pasang kekasih yang terus pacaran hingga bertahun-tahun tapi tidak menikah-menikah juga. Lalu saat mereka berpisah, kita anggap mereka telah gagal.
Saya membaca buku baru yang ditulis oleh Adi W Gunawan dengan judul Quitters can be Win. Sejenak saya tertegun, benar juga apa yang beliau tuliskan. Tidak selamanya orang yang berhenti disebut kalah. Bahkan terlalu banyak contoh dimana orang-orang yang berhenti dari perjuangannya justru mengalami kemenangan.
Saya teringat waktu saya memutuskan berhenti dari tempat kerja saya dulu. Bahkan saya 2 kali berhenti kerja. Yang pertama berhenti dari pekerjaan tukang cetak yang saya buka dan jalankan sendiri. Padahal waktu itu penghasilannya mencapai 2 juta per bulan. Saya berharap, di kerjaan baru nanti saya mendapatkan yang lebih besar. Lha janji awalnya aja minimal gaji saya 1,5 juta belum ditambah bonus.
Seiiring waktu dengan dukungan web dan jaringan yang bagus, kami berhasil dapat order membangun pabrik gula. Bayangkan, perusahaan kecil dengan awak cuma 4 orang dapat job bangun pabrik. Bukan cuma 1 pabrik lho, tapi 3 pabrik.
Ketika pembangunan berjalan itulah justru saya memilih quit dan fokus ke bisnis online. Padahal seandainya saya teruskan, mungkin komisi yang saya dapat bisa puluhan bahkan ratusan juta. Tapi itulah, quitters can be win. Saya yang pertama mundur dari perusahaan itu. Ternyata tak lama, seorang rekan saya juga mundur (atau dimundurkan ya?). Dan soal pabrik2 itu, entah bagaimana urusannya saya sendiri sudah tidak tahu lagi.
Nah, sekarang coba lihatlah. Saya tak perlu lagi pergi pagi pulang sore. Bergulat dengan macetnya jalan raya hanya untuk melayani kemauan orang. Sekarang saya bekerja sesuka saya, sebebas yang saya mau. Kenapa bisa begini? Karena saya berhenti, karena saya menyerah dari tempat kerja saya sebelumnya.
Tapi memang butuh kekuatan tekad yang besar untuk itu. Dan alhamdulillah, saya berhasil survive hingga seperti sekarang. Tapi saya perlu tegaskan, buku itu tidak cuma bicara soal berhenti saja. Anda harus bisa bedakan antara berhenti dengan putus asa. Keduanya hampir sama, tapi sangat beda pengaruhnya. Insya Allah nanti akan disambung lagi mengingat saya juga belum selesai baca bukunya.. hehehe..
PS: Kali ini saya beli lho bukunya..
Wah mantap Kang Lutvi wejangannya, memang sangat tipis bedanya putus asa dan "menyerah" (sebaiknya mungkin berdoa terus pasrah he he he). Tapi usaha terus lanjut…terima kasih
Inget pepatah mas… Kita boleh kalah bertempur… Tapi memenangkan perang. Memang benar ada kalanya qta perlu stop and banting stir. Yg penting kerjaannya sepenuh hati dan enjoy.
ini yang dinamakan motivasi, tapi pertanyaanya dalam hal ini , bagaimana cara memposting hal yang bersifat motivasi didalam bisnis online (yang bersifat teknis) sehingga tidak terkesan berseberangan ,
Saya Salut dengan Mas Lutvi Yang Berani mengambil Resiko …. dengan berhenti kerja yang sudah jelas – jelas perbulan ada penghasilan nya . Bravo Mas..!
perlu ditiru nih, pokoknya saya juga pingin sukses ( ngotot mode: on )
Bagus mas, ceritain ya sampe habis satu buku..jadi saya ga usah baca bukunya..he..he..
Ya kadangkala memutuskan berhenti adalah jalan terbaik, daripada memaksakan diri hasilnya pun nanti justru lebih buruk.
High Risk High Return L:ah
Kalau saya, selama bisnis yang dikelola belum profitable, keputusan untuk berhenti kerja tidak akan berani saya ambil. Pokonya jangan menyerah dulu deh. hehe
kalo saya sih jangan menyerah di tengah jalan.
pekerjaan apapun itu, jalanin aja sampai selesai.
Banyak jalan ke Surabaya. Kalau jalan macet cari jalur alternatifnya.
Ya, mundur untuk maju lebih baik daripada gak maju-maju. Salam
Maju terus pantang mudur, sekali merdeka tetap merdeka.
Iya bener juga mas, walaupun ada pepatah bilang, " Tidak ada orang yang gagal, yang ada adalah orang yang terlalu cepat berhenti".
Keinginan besar untuk sukses di dunia online memang harus berjiwa BESAR, cuekin dulu yg lain dan fokus pada tujuan awal
jadi tambah semangat nih untuk terus berkarya di bisnis online. maju terus
Hebat Mas lutvi menyerah bukan berati kalah kadang kita sulit untuk memutuskan sesuatu pa lagi banting setis begitu….namun saya yakin dg mas lutvi sebelom memutuskan tentunya sudah ada pertimbangan yaitu akan lebih baik dari yang sekarang
Great Advice Mas…
Sebuah keputusan untuk perubahan memang harus diambil walaupun menurut sebagian orang keputusan tersebut tidak masuk akal dan diluar kewajaran, tapi ternyata dibalik keputusan itulah perubahan terbesar dalam hidup akan terjadi, sukses terus mas Lutvi, salut untuk anda yang berani mengambil resiko tapi sekarang anda menikmati hasil dari resiko tersebut.
rata2 pebisnis dan pebisnis internet memang berhenti dari pekerjaan P4 (pergi pagi pulang petang) karena sudah mengalami keasikan sendiri uang datang tanpa diundang..
kadang-kadang kita, termasuk saya sering putus asa dalam menjalani bisnis blog. Karena perubahan yang kita lakukan tidak mendapatkan hasil. Namun hanya keinginan yang kuat untuk suskses yang membuat kita bertahan
Untuk melakukan semua sampai akhir adalah aturan saya sejak kecil. Aku benci orang-orang yang memberikan sesuatu tanpa perjuangan.
Saya pasti akan mengunjungi situs Anda lebih sering karena aku suka ide-ide Anda dan informasi yang Anda posting.