Lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Ikan dan Kail, saya ingin mencoba berbagai tempat mancing.. hehehe… Jadi, baca pelan-pelan ya? Karena tempat mancing ini kecil sekali dan cuma bisa disampaikan dengan 1-2 kata. Kalau anda baca sambil ngantuk atau terburu-buru ya wassalam. Saya juga gak mau ngasih tahu di komentar hahaha..
Dunia ini ibarat samudera yang sangat luas.. cieeh… Saking luasnya kita gak pernah tahu dimana batasnya. Bayangkan anda tengah terombang-ambing di tengah samudera pasifik. Pesawat Jumbo Jet aja kalau nyebur kesini langsung hilang, apalagi cuma anda dan perahu kecil anda.
Di tengah samudera ini anda berharap mendapatkan ikan. Anda sudah beli kail sebelum kesini, anda juga sudah punya umpan yang uenaaakk… Dan anda siap mencari ikan sekarang.
Satu menit..2 menit sampai 1 jam, 2 jam anda menunggu. Kail anda sempat bergerak2, umpan sudah dimakan eh ikannya gak dapat.
Dengan sabar anda coba lagi, ganasnya gelombang samudera tidak anda hiraukan. Dengan menyanyikan lagu “Nenek Moyangku seorang Pelaut” anda tetap semangat. Mancing dan memancing, hingga 1-2 bulan. Rupanya keberuntungan ada di pihak anda. Anda mendapatkan ikan anda yang pertama Alhamdulillah… Ini tanda sukses sudah dekat..
Akhirnya setelah 6 bulan anda melaut andapun pulang ke daratan. Dengan bangga anda menunjukkan sekeranjang penuh ikan hasil tangkapan.
Ternyata di daratan anda bertemu dengan teman anda sebut saja namanya Lutvi… hehehe.. Anda tanya,”Hai Lutvi, aku baru aja pulang melaut dan ini hasilnya, sekeranjang penuh ikan aku dapat.. hahaha”.
Lutvi dengan tenang menjawab, “Lho, itu kan hasil panenku setiap hari, masak ke tengah laut cuma dapat sekeranjang sih, aku aja yang gak kemana-mana tiap hari dapat sekeranjang kok”
Andapun bertanya,”Bagaimana bisa?”
Lutvi menunjukkan sebuah tempat di belakang rumahnya. Ada petak-petak kolam disana yang penuh dengan ikan. Satu petak berisi ikan2 siap panen, sebelahnya lagi lebih kecil dan ada beberapa petak lagi ikan dalam ukuran sangat kecil yang baru menetas.
Tak jauh dari rumah Lutvi dia membuka kolam pancing dengan ikan2 yang begitu banyak. Kolam itu laris manis dikunjungi orang yang ingin memancing. Untuk tiap kg ikan, Lutvi mematok harga 20rb saja. Kini Lutvi tidak perlu lagi memanen ikan dan menjualnya ke pasar. Ikan peliharaannya tinggal di limpahkan ke kolam pancing, nanti para pemancing yang akan mengambilnya sendiri dan dia mendapatkan uangnya.
Waktu yang sama, modal yang sama tapi Lutvi berhasil mendapatkan ikan dalam jumlah yang berlipat-lipat dari anda.
Gunakan imajinasi anda, jangan ketiduran mendengar dongeng diatas. Bukan dimana anda memancing, tapi bagaimana anda mengumpulkan ikan. Selama ini kita selalu berpikir bagaimana mendapatkan pembeli atau pengunjung, tapi para marketer sukses dunia justru berpikir, bagaimana mengumpulkan calon pembeli dan calon pengunjung.
bisnes kolam pancing ikan, bisnis ikan bawal, cache:bLa5nrpdwaUJ:cafebisnis com/2009-07/kail-dan-ikan/ doa mancing

Hmm, nyambung gak, ya? Bangun komunitas dan trade mark, begitu? Zzz…
Suatu narasi yang benar2 maknyuss, sedikit banyak tahulah maksudnya
Maksudnya itu jangan buru2 mancing ikan, tapi buat kolam dan kumpulkan serta kalau bisa ternakkan ikan2 itu sebelum dipancing
.-= Lutvi Avandi´s last blog ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Artikel yang sangat inspiratif.
Kesuksesan bisnis memang bukan ditentukan oleh tempat di mana kita menjalankan bisnis itu, entah di dunia nyata (offline) ataukah di dunia maya (online), melainkan oleh kreativitas bagaimana kita menjalankannya.
.-= Roi Lukman S.´s last blog ..Lima Aspek Kesuksesan =-.
kerca cerdas! jangan cuman kerja keras.
calon marketer sukses jam segini buka list indoresponder bukan buka blognya.com/wp-admin!
bener kan… hayo ngaku….
.-= febri´s last blog ..temen baru = award baru =-.
Ini salah satu bukti, bahwa “akal memang lebih kuat dari okol”. Makanya dlm kitab suci kita selalu ditantang: Apakah kamu tidak berfikir ? Ini suatu pelajaran bagi orang yang berfikir …
.-= Fauzi´s last blog ..Serba Gratis tapi Bonusnya Besar =-.
Kebetulan saya juga ada renca bikin kolam ikan, ikan bawal. Terinspirasi teman saya di kampung, katanya harga bibitnya 700 – 1000 per ekor, makannya pelet campur singkong, setelah beberapa bulan, bisa dijual 25.000 per kg.
wah mantap saya pikir, kalau punya 2.000 atau 3.000 ekor sekali panen. Cuma saya sendiri masih dreaming terus, belum “start action”
….
kalau saya belum tahu persis inti yang tersirat dari postingan mas lutvi, karena saya lagi belajar bikin blog sekalian nanya kalau bisa bantuin dong buat blog yang bagus, terima kasih salam dari rupat
.-= Susilo´s last blog ..Pada Moe Ya Allah =-.
Harus kerja cerdas intinya ya mas?
owh tau tau…langsung deh idenya muncul
pak mau tanya nih kan udah buat kolam dan menurutku kolamnya lumayan. trus banyak juga ikan yang mau ke kolam itu. tapi kita kan buat pilihan ke ikan2 itu bener ga tuh mau nyemplung ke kolam kita dengan melakukan konfirmasi. tapi lebih banyak ikan yang ga jelas tuh dgn ga konfirmasi mau nyemplung tuh kolam/ga daripada yang jelas. nah gmn apa itu emang udah biasa kejadiannya/aku aja yang ngalamin? trus apa yang kita lakukan pada ikan2 yang ga jelas itu supaya menntukan sikapnya dgn ikut nyebur ke kolam kita??
Biasanya itu terjadi gara2 informasi atau petunjuk pendaftarannya kurang informatif. Jangan anggap semua orang yang online itu pinter. Diantara mereka banyak juga lho yang gak ngerti soal pendaftaran. Jadi pastikan ada cukup informasi tentang langkah2 pendaftaran maupun verifikasi