Home | Info | DAFTAR | Kontak | Member
Cari Artikel? Gunakan ini:

UNAS… Momok Tahunan yang Gak Efektif

Adik-adik kita yang akan ganti seragam alias duduk di kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA saat ini seperti akan menempuh perang besar. Perang yang seharusnya tidak terjadi jika guru-guru dan semua tenaga pendidik tahu benar apa yang dibutuhkan mereka kala terjun di dunia usaha.

Terus terang saya sendiri sangat heran dengan ketatnya pengamanan menjelang UNAS. Aneka cara ditempuh, uang bermilyaran dihamburkan hanya karena tidak percaya murid-murid mereka akan mengerjakan soal dengan jujur.

Ya, ketidakpercayaan yang diajarkan oleh guru2 kita kepada kita, membawa sifat pesimisme besar dalam jiwa anak didiknya. Apa guru2 itu tahu? Rasanya sih tidak. Toh mereka mengajar seperti robot.

Bahkan saya membaca harian Kompas Jum’at yang lalu. Mereka memberi tips aneh untuk menghadapi ujian. Mereka dilarang buka facebook, dilarang cari soal, dilarang internetan bahkan dilarang main basket karena takut cedera. Persiapan macam apa itu?

Jika semua orang tahu fungsi sebenarnya dari ujian adalah untuk mengukur seberapa besar kemampuan siswa dalam suatu bidang. Tapi masalahnya alat ukurnya ini tidak lengkap. Yang diukur cuma beberapa mata pelajaran yang saya berani bilang gak akan anda temui di dunia nyata.

Kemarin saya berdebat dengan istri soal pelajaran matematika. Dia kebingungan gimana cara ngajar anak kami cara menghitung. Saya bilang aja, ada berapa soal sih? Kalau cuma perkalian 1000 soal bisa saya jawab dalam waktu kurang dari 1 menit asal soalnya dalam bentuk digital

Sekarang ini jaman canggih. Saya tanya istri, coba sebutkan pekerjaan yang masih menghitung dengan kertas? Gak Ada!! Orang jualan sayur aja pakai kalkulator kok.

Dan sekedar info, ijasah, danem dan rapor saya langsung masuk laci begitu saya dapatkan. Dan sampai hari ini saya tidak pernah menggunakannya.

Ayah kaya Robert T Kyosaki mengatakan,”Bankir tidak pernah menanyakan rapor dan nilai akademismu”. Coba bawa ijasah tertinggi anda ke petugas bank dan bilang mau pinjam uang 50 juta. Dijamin anda akan ditertawakan petugas bank. Karena di dunia nyata bukan itu yang penting.

Jadi buat adik-adik yang akan menghadapi UNAS, santai aja. Itu cuma alat ukur kemampuan dasar akademik. Bukan alat ukur kecerdasan. Dapat nilai nol di UNAS bukan berarti gak bisa jadi kaya. Dapat nilai 100 di UNAS juga bukan berarti sim salabim anda langsung kaya. Semakin anda stress mikir UNAS, semakin anda susah menghadapinya. Kerjakan aja soal-soalnya seperti mengerjakan TTS. Apa kalau anda gak bisa ngerjakan TTS lalu kehilangan masa depan? Kehilangan Uang? Nggak toh?

Buat orang tua, tanamkan ke benak mereka bahwa unas itu hanya alat tes kecil. Ibarat dokter, UNAS itu cuma termometer. Untuk tahu bakat dan kemampuan siswa gak cukup hanya dengan UNAS. Jadi kalau nilai UNAS anak anda kecil, seharusnya anda bangga. Karena rata-rata yang nilai UNAS-nya tinggi, masa depannya paling banter jadi akuntan atau dokter.

So, gak perlu tegang menghadapi UNAS. Ini cuma permainan iseng aja. Santai dan hadapi dengan tenang

Langganan Artikel Cafebisnis, Masukkan Email Disini:


Dikirim oleh: Google FeedBurner

 

2 Komentar utk “UNAS… Momok Tahunan yang Gak Efektif”

  1. Mufli says:

    Ya bagi banyak murid sekarang, tahu facebook masih menjadi bahaya karena lebih sering salah guna dan wasting time. Suatu hari semoga terbalik ya, menjadi Bahaya Kalau Tidak Tau, hehe..

    Artikel terakhir Mufli : Iklan Gratis Di Milinglist Bisa Top 10 Di Search Engine

  2. vicky says:

    hahahahahahah…..
    jadi Akuntan Negara nilai rata rata harus 7 lho….

    Artikel terakhir vicky : Sinetron Harem indonesiar Tidak baik untuk kesehatan