Saya tidak sedang kejar tayang, jika artikel saya sebelumnya dipublikasikan di Cafebisnis, maka Anda akan mengerti maksud saya…dan inilah artikel perkenalan saya sumbangan kecil untuk komunitas tercinta kita, Cafebisnis.
Persuasi/persuasif bukanlah hal mudah untuk dijelaskan, secara gamblang, persuasi adalah mengenai bagaimana kita bisa membuat orang lain mau melakukan yang kita minta atau sebaliknya mau melakukan yang kita larang!
Anda dapat menjumpai teknik persuasi dalam dunia advertising, bisnis, hiburan dan bahkan merayu cewek pun adalah bagian dari teknik persuasi, bedanya semua itu adalah seberapa efektif kita menerapkan teknik persuasi.
Dalam bisnis online, apa yang Anda ingin orang lain lakukan untuk Anda? Membeli produk Anda!
Bagaimana membuat orang lain mau membeli produk Anda? Dengan cara penawaran. Kita tidak bisa menawarkan produk kita secara langsung melalui internet (berhadapan secara langsung), diperlukan media baik itu website maupun email. Disinilah surat penawaran/sales letter dibutuhkan.
Saya sudah menjelaskan tentang persuasi, sudah menjelaskan sales letter…
Dan sekarang, kita akan menggabungkan Sales Letter dengan teknik persuasi, maka jadilah Sales Letter yang Persuasif, yang akan mampu meningkatkan penjualan Anda.
Prinsip sales letter persuasif adalah menghasilkan surat penawaran yang emosional, yang akan mendorong orang lain untuk membeli produk yang kita tawarkan. Prinsip ini juga mengadopsi rumus klasik periklanan: AIDA: Attention (Perhatian), Interest (Minat), Desire (Keinginan), Action (Tindakan).
Langkah menulis sales letter persuasif:
1. Kreatifitas (Perhatian)
Bagian pertama ini adalah mengenai bagaimana menulis headline. Berikan PERHATIAN yang cukup dalam headline dan jadilah kreatif. Elemen dari headline:
- Jangan pernah lakukan penawaran dalam headline.
- Sampaikan sesuatu yang emosional, bila perlu mengejutkan.
- Sampaikan keuntungan/manfaat utama produk Anda.
- Bangunlah rasa ingin tahu, buat pengunjung penasaran.
- Buat seolah-olah headline yang Anda buat khusus untuk mereka secara pribadi.
- Buat headline sesingkat mungkin, jangan buang waktu pengunjung Anda.
Contoh headline:
“Hari ini, akhirnya saya bisa tersenyum…”
Ini akan memancing rasa ingin tahu pengunjung mengapa kita tersenyum? tanpa sadar mereka akan melanjutkan membaca…
2. Komunikatif (Minat & Keinginan)
Ok, sekarang pengunjung akan menuju isi dari surat penawaran Anda. Secara umum isi surat penawaran adalah seputar produk, keunggulannya, manfaatnya, dll. Biasanya bagian isi ini memerlukan penjabaran dan cukup menyita waktu pengunjung. Kemampuan komunikasi Anda dibutuhkan agar pengunjung tidak bosan. Bagaimana menjadi komunikatif dalam surat penjualan persuasif?
- Mulailah dengan perkenalkan diri Anda, misal: hai, nama saya Gdsetia
- Sampaikan manfaat/keuntungan yang di dapat dari produk Anda
- Susunlah bahasanya dengan cara yang mudah dipahami/sederhana
- Bangun kepercayaan pengunjung pada Anda
- Buatlah seperti sebuah dialog, misal berupa pertanyaan agar lebih interaktif
- Sisipkan sedikit humor atau motivasi agar pengunjung tidak lelah/jenuh
- Sisipkan testimoni/bukti sukses dari produk Anda
- * Harga dapat Anda letakkan setelah testimonial
- * Bonus menjadi wajib dalam Sales Letter, so berikan mereka apa bonus yang akan didapatkan
Jika Anda merasa telah cukup menjelaskan produk Anda, letakkan selanjutnya teks/gambar yang merupakan link untuk mengijinkan pengunjung melakukan pemesanan.
3. Pembelian (Tindakan)
Bagaimana mendorong pengunjung agar mengambil tindakan untuk membeli? Persuasi mengajarkan bagaimana proses mengambil keputusan untuk membeli itu terjadi. Anda dapat menggunakan kata-kata persuasif untuk menutup penjualan Anda, untuk meyakinkan pengunjung bahwa sekaranglah saat yang paling tepat untuk mereka MEMBELI produk Anda, saya berikan dua contoh penutup penjualan:
- Saya tidak tahu kapan akan menaikkan harganya, jadi pesanlah segera.
- Anda mungkin akan segera tahu bahwa harga ini terlalu murah, jadi belilah segera sebelum saya berubah pikiran dan menaikkan harga.
Tentu saja menyertakan garansi adalah salah satu kekuatan dalam meyakinkan seseorang bahwa produk Anda berkualitas, jadi sertakan garansi Anda.
Semoga bermanfaat…
contoh sales letter, persuasif, contoh surat persuasif, bisnis letter, surat persuasif, contoh persuasif, sales letter, contoh surat garansi, contoh sales letters, contoh surat garansi produk, surat penawaran produk, surat perkenalan dari penjual kepada pembeli, teknik persuasif, contoh sales latter, gambar persuasif, contoh sales letter furniture, contoh penulisan surat persuasif, surat penawaran dengan AIDA, surat penawaran dengan metode aida, buat salesletter, copywriting tutorial, contoh surat persuatif dalam penjualan, BAGIAN ISI PENAWARAN, sales letter bisnis, materi Sales teknik, contoh dari sales letters, cara dialog sales sukses, komunikasi bisnis sales letters, pengertian salles letter, manfaat sales, dialog sales dan pembeli, desire(keinginan)teknik penjualan, pengertian sales letter, formula AIDA komunikasi bisnis contoh, contoh seles letter, pengertian AIDA pada sales, kata-kata persuasi, kata-kata persuasif, materi sales, keputusan pembelian metode aida, keputusan persuasif, contohsales letter, penulisan surat penawaran persuasif, SURAT PERKENALAN PRODUK, surat persuasi, surat persuatif, surat sales letter, Teknik Bisnis Persuasif, teknik buat sales letter, teknik merayu bagi salesman

membujuk tanpa memaksa
http://1paranormal.com
Sepertinya mirip konsep di formulabisnis ???
[...] menulis sebuah artikel menari berjudul: Sales Letter yang Persuasif. Sebuah cara MERAYU yg Romantis untuk Menciptakan [...]
Pada prinsipnya seperti yang saya tulis di atas, sales letter yang baik hendaknya mengadopsi metode klasik AIDA, yang saya tulis adalah berdasarkan strategi persuasif. semoga berguna.
ini sebenarnya sama dengan materi kuliah dulu, cuman, mpraktekinnya seringkali susah bozz
informasi yang bagus, thanks ya atas infonya. Memang benar kita harus selalu rajin dan teliti demi kemajuan. Sukses selalu GdSetia….
Tips yg bermanfaat.. menambah ilmu marketing saya
Saya sedang mencari contoh hypnotic writing dalam bahasa Indonesia,dimana ya?