Ini adalah sedikit penjabaran dari ilmu secuil yang saya dapat dari mas Faiz Zainuddin. Yah, namanya maqamnya beda, jadi cara penyampaiannya pun beda. Kalau mas Faiz mungkin sebelum ngomong udah praktek dulu bertahun-tahun lha saya ini kan baru belajar beberapa bulan.
Rekan-rekan CafeBisnis yang penuh semangat, manakah yang lebih dahulu anda lakukan? Panen atau menanam? Jika anda ingin memiliki kebun mangga, apakah anda menunggu mangganya berbuah dulu atau menanam bijinya dulu?
Saya yakin kita semua akan menjawab bahwa kita perlu menanam dulu sebelum memiliki pohon mangga dan akhirnya mendapatkan buah mangga. Tapi tahu ndak? dalam kehidupan nyata, seringkali manusia ingin mendapatkan mangga dulu baru dia mau menanam.
Manakah yang akan anda lakukan lebih dahulu. Sedekah dulu atau kaya dulu? rata-rata akan menjawab pengen jadi kaya dulu baru mau sedekah.. hayo ngakuu… Jika anda bersih kukuh dengan semangat itu, maka sama saja anda nunggu panen dulu sebelum sedekah. Anda mengharapkan simsalabim pohon mangga tumbuh di kebun anda dan berbuah lezat baru anda mau menanam.
Padahal Allah aja udah ngasih janji yang tak mungkin Dia langgar. Bahwa siapa yang mau bersedekah, akan dikembalikan 10 kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah 261)
Tuh, saya aja yang gak lulusan pesantren tahu ayat itu. Jadi, silahkan deh berdebat soal sedekah ini, gunakan berbagai macam alasan agar anda tidak mau sedekah. Tapi ya itu tadi, ayatnya udah jelas dan bukti-bukti sudah sangat mendukung.
Ust. Yusuf Mansyur dan para ilmuwan juga sudah banyak melakukan penelitian terkait pentingnya sedekah ini. Penyakit sembuh gara-gara sedekah, rejeki datang tiba-tiba juga gara-gara sedekah dan aneka masalah lainnya terselesaikan dengan sangat mudah gara-gara sedekah.
Lalu berapa besarnya sedekah?
Idealnya, sedekah itu 10% dari masalah kita. Jika anda ingin mendapatkan rejeki 1 juta per bulan, maka hendaknya anda sedekah 100 ribu. Jika anda ingin mendapat 1 milyar, maka minimal anda harus sedekah 100 juta. Seberapa besar masalah anda, maka minimal 10 persen nilainya harus anda sedekahkan.
Maka benar kata mas Faiz, jika ingin ada peningkatan dalam hidup kita, jika ingin keberuntungan hadir ke tengah-tengah kita, maka setidaknya 20% harta kita harus kita keluarkan.
Andai harta kita 5 juta. Dan kita keluarkan cuma 10% saja, maka bulan depan kita akan tetap mendapat 5 juta. Ingat, kita mendapatkan 10x nilai sedekah kita. Tapi jika kita sedekah 20%-nya atau sama dengan 1 juta, maka insya Allah bulan depan kita akan memperoleh pendapatan 10 juta.
Kenapa saya harus sedekah?
Mas, saya ini punya pendapatan tetap sebagai PNS. Jadi, sedekah gak sedekah sama aja dapatnya. Gak mungkin naik. Ada yang punya pikiran seperti itu?
Berhubung anda gak mau sedekah, dan ingin pendapatan tetap maka anda juga tetap harus keluar 10%. Jika anda tidak mau mengeluarkan sendiri maka yang 10% itu akan diambil sendiri oleh Allah. Bentuknya? Bisa anak tiba-tiba sakit, di tipu orang, beli barang kok lebih mahal dari harga normal, dll yang jika di total-total akan mencapai 10% itu.
Nah, pilihan ada di tangan anda. Mau berdebat kayak apa juga hukum ini akan tetap berjalan. Tinggal kita mau bayar di muka, atau bayar belakangan? Bayar di muka dengan sedekah, atau bayar dengan sakit baik diri sendiri, anak atau istri. Atau mau di rangkum bayarnya 1 tahun dengan penyakit atau kehilangan yang lebih parah.
Apa boleh sedekah dengan mengharapkan dapat 10x lipat?
Mas Faiz bilang BOLEH. Lebih baik sedekah 20% dengan mengharap 10x lipat daripada sedekah tanpa mengharap apa-apa tapi keciiill terus.
Bukannya 2,5 % boss? 10 % memang lebih bagus. Sebenarnya sih semakin besar, semakin bagus. sesuai dengan kemampuan kita.
JAWAB:
Makanya pake prosentase biar sesuai kemampuan. 20% orang miskin kan gak sama dengan 20% orang kaya. hehehe… Lha kalau prosentasenya yang dikurangi.. cape deee… Ingat, zakat 20% itu kan untuk barang temuan atau hadiah. Artinya untuk keberuntungan. Sedangkan yang 2,5% untuk yang kerja keras. Jadi, kalau cuma 2,5% ya harus kerja keras dulu biar dapat rejeki. Tapi jika 20%, mungkin kita gak perlu kerja sama sekali dan itu yang dinamakan keberuntungan
mksh pencerahannya..jd ngerti mksd sedekah 20%.
Makanya ayo sedekah ma saya yang baru mulai bisnis ini.. (bcanda kog)
Makasih atas pencerahannya…