Setelah sholat subuh tadi pas jalan-jalan saya lagi mikir2, dengan menambah sedikit script php sederhana di wp-config.php, kemungkinan saya bisa mengurusi banyak domain hanya dari satu database dan satu script. Awalnya saya ingin membuat script sendiri yang bisa mengelola domain-domain saya. Lalu saya jadi mikir, kenapa saya tidak mencoba memodifikasi wordpress saja, script blog yang selama ini sudah terbukti membantu saya.
Pertama, saya gunakan addon domain di CPanel. Tapi untuk nama foldernya, saya samakan semuanya. Misalnya domain a.com saya masukkan di folder a. b.com juga memakai folder a, jadi semua domain foldernya sama.
Lalu dengan fantastico, saya install wordpress di salah satu domain. Soalnya saya males upload scriptnya. Lalu masuk ke PHPMyAdmin, saya hapus semua tablenya. Tujuannya biar saya dapat menginstall wordpress dengan table prefix pilihan saya. Catatan, jika anda menggunakan fantastico, maka table prefixnya adalah buatan fantastico. Jadi hapus saja semua table bikinan fantastico itu.
Akhirnya saya buka file manajer dan tambahkan baris ini di bagian paling atas file wp-config.php
$site = $_SERVER['SERVER_NAME'];
$site = str_replace('.','',$site);
$site = $site.'_';
Kemudian saya juga mengubah setting table prefix menjadi seperti ini:
$table_prefix = $site;
Hasilnya, luar biasa. Saya lihat domain-domain saya secara tiba-tiba sudah terisi wordpress dan siap untuk diinstall. Saya hanya perlu mengisikan judul blog untuk tiap-tiap domain. Wah, mirip dengan WordPress MU, atau jangan-jangan wordpress MU itu prinsip kerjanya seperti ini ya? Hehehe..
Saya belum coba untuk parked domain. Kemungkinan sih bisa juga dipakai. Hanya saja, waktu install wordpressnya, gunakan domain utama yang menjadi root hosting anda.
Bukan cuma hemat waktu install, anda juga bisa mengirimkan satu plugin yang bisa dipakai semua domain. Satu template juga. Dan satu aja template dirubah, jika template yang dipakai sama, maka semua domain akan seragam templatenya. Waah.. ini sangat membantu sekali untuk membuat banyak domain yang memberikan backlink cepat. hahaha..
Oh iya, untuk sitemap.xml, anda tentunya harus memberi nama file yang berbeda-beda untuk tiap-tiap domain. Misalnya a.com anda kasih nama file sitemapnya a_sitemap.xml, dst. Jika namanya sama nanti jadinya akan saling tumpang tindih.
Saya masih mencoba dengan plugin-plugin yang lainnya. Insya Allah jika semua lancar, cara ini akan menghemat space disk anda. Saya juga sarankan untuk menggunakan WP Super Cache untuk menghemat pemakaian database. Ya, semakin banyak domain yang bekerja, maka semakin berat juga kerja databasenya kan.
database script, script database, leoarjuna, addon domain root folder, satu script satu database domain, satu database banyak subdomain, perlu nggak buat data base untuk subdomain, one script in multi domain, nambah wordpress di satu hosting, satu server banyak domain, script akses database dari hosting yang berbeda, script tambah data pada php dengan banyak tabel, script upload file dengan php kapasitas lebih dari 10 mb, script upload file php dengan database, subdomain satu database, tambah domain dalam 1 hosting pada fantastico, template buat wpmu 2 9, upload banyak domain, merubah table prefix, menghapus script fantastico, menggunakan 1hosting 2 domain, apakah 1 domain untuk satu database, bagaimana banyak domain dalam 1 Ip, beberapa domain dalam satu database, beda website satu database, bikin 1 domain beda tamplate, buat sub domain localhost di wp mu, cafebisnis com/2008-10/satu-script-satu-database-banyak-domain/, cara memberi domain di localhost, Cara pasang lavalair, contoh database cafe, database beda server, instal beberapa script di satu domain, membuat script xml akses database di php, menambah domain pada hosting yang sama, menambah domain wordpress dalam 1 hosting pada fantastico, wordpress database beda table

bisa ga kira2 eksperimen pake localhost ya?
JAWAB:
Sepertinya tidak bisa, karena domain di local kan cuma 1.
apakah tutorial resminya sudah dijadikan ebook?
JAWAB:
Gak ada tutorial resminya. Ya ini tutorialnya. Dikira-kira aja jadinya gimana… hehehe,
Hm…mas Lutfi ini memang inovatif ya…
Untuk yang belum jadi member premium ayo gabung biar dapar ilmu yang makin hari makin dahsyat dari mas lutfi
kalo untuk ngisi artikelnya, langsung dari masing2 domain mas?
kira2 spt ini:
http://www.domainA.com/wp-login.php
http://www.domainB.com/wp-login.php
dst..
apakah artikelnya di masing2 domain nanti berbeda2 sesuai dengan isinya, atau bertabrakan karena dari satu skrip?
sori, saya gaptek, belom nyoba, dan langsung tanya.. jadi kalo keliatan guoblok.. ya emang guoblok beneran hehehe
JAWAB:
Yup, perlakuan di depan persis seperti punya beberapa web. Loginnya bisa lain-lain. Artikel juga lain-lain. Tapi enaknya kalau update script sekali update semua web terupdate otomatis. Enak kan?
oh, jadi kalau untuk 3 domain berarti dalam 1 database ada 3 set table dengan prefix yang berbeda ya pak sehingga content bisa berbeda-beda juga? Dan table set dipilih secara dinamis on the fly ya pak?
Kalau satu script tadi, sudah jelas bisa karena pake nama folder yang sama, dan dalam add-on domain atau dalam server yang sama juga bisa saling akses. Tapi sampai ke level sitemap, saya masih montok pak, berarti ada 3 juga ya karena dalam folder yang sama dan bagaimana ngasih tau search engine sitemap yang mana untuk domain yang mana ya pak?
JAWAB:
Iya pak ada 3 file sitemap. Bahkan 6 malah. Soalnya dengan sitemap.xml.gz. Namanya tentu beda-beda. Misalnya a_sitemap.xml, b_sitemap.xml, dst. Pengaturannya melalui settings – xml sitemap. Disana kita bisa menentukan nama file sitemapnya. Usahakan tiap domain beda sitemap. Nanti yang ngasih tahu pluginnya, jadi kita santai aja pak.
Atau kalau kurang yakin, bisa dikasih tahu dari webmaster tool milik Google. Tinggal kita masukkan aja nama-nama file sitemap kita.
wah yang ini agak berat saya mencernanya. Terlalu teknis sekali buat saya yang awam. Tapi intinya, satu hosting bisa pakai banyak domain dan semuanya wordpress dan, sekali update versi, semua otomatis terupdate, jadi bisa mengurnagi waktu.
Bukan begitu pak kira-kira?
Salam
Partisimon
JAWAB:
Bener !! Hemat waktu dan hemat tempat. Bayangkan kalau anda punya 10 domain dan masing-masing domain diinstall WordPress, maka setidaknya butuh 100 Mb hanya untuk wordpressnya aja. Belum untuk database dan file-file gambar lainnya.
Wah sepertinya harus yang addon domain ya pak, karena dengan addon domain foldernya bisa mengarah ke tempat yang sama tadi. Sedangkan kalau tanpa addon domain (walaupun satu server atau satu ip) tidak ada yang mengarahkan domain tersebut dimana filenya berada.
Kalau database masih tetap bisa tanpa addon domain asalkan satu server, karena di dalam server yang sama kita bisa gunakan konfigurasi cpaneluser_db untuk mengakses database dalam server tersebut (yang ini sudah saya coba dan sukses).
Betul begitu ya pak Lutvi?
Maaf kadang-kadang panggil mas kadang-kadang pak, hehe..
Best regards
Mufli
JAWAB:
Saya sudah coba pake parked domain dan alhamdulilah hasilnya sama kok. Bisa dipakai juga. Tapi filenya harus diletakkan di root. Dan domain utama juga harus tergabung didalamnya. Jadi jika anda dapat hosting dengan 1 add on dan 1 parked, berarti dalam 1 hosting anda bisa pasang 3 domain dan semuanya diisi wordpress.
Hari ini saya beli hosting cuma 10 ribu per tahun, spacenya cuma 25Mb. Lumayan, dengan cara ini bisa diisi 3 web dan semuanya pakai wordpress… hahaha
Ok Juga kalo gitu Bos
maaf Maksudnya 1 Domain Untk Beberapa Subdomain Ya?
Kebetlan 1domain x isi 3 sampai 5 Database(subdomaen)
Makasih Ya Infonya Mengenai Wp-Chacenya..Lumayan Buat Dana Terbatas Bisa Tetap Blogging Trus
JAWAB:
Bukan pake subdomain bos. Pake domain. Misalnya cafebisnis.com, cafeblogger.web.id dan artikelbisnis.com dijadikan dalam 1 hosting dengan memakai 1 script dan 1 database saja. Kalau subdomain sih gak usah dibilang bos
Wah… saya masih bingung… butuh belajar lebih lanjut. Maklum…baru mengenal WP, itupun setelah punya produknya Mas Lutvi.
Hehehe…
Salam kenal P. Lutvi,
Menyimak perbincangan diatas dan banyak rekan yang belum paham bagaimana cara mengatur dalam WP masing2, maka ada baiknya dibuatkan tutorialnya karena hal ini banyak membantu marketer2 online untuk memperbanyak di index oleh Google.
Trims
JAWAB:
Wah.. banyak yang pengen tahu toh? Hmm.. kapan ya enaknya bikinnya? Udah banyak PR nih soalnya.. hehehe
kalau database di domain di hapus apa g bisa di bikin lagi?? atau di restore???
thx
siang mas..
bisa g kalo bikin satu database buat 2 program,
satu online dan yang satu lokal?
JAWAB:
Ya nggak bisa. Database dan program harus berada di komputer / hosting yang sama
sori nih apakah kalau beli domain masih perlu beli juga sriptnya
thank alot
JAWAB:
Ya tergantung mau dipasangi apa domainnya. Kalau diinstall WordPress ya gratis
" Kalau subdomain sih gak usah dibilang bos "
maksudnya apa yah..?
pinginnya satu database buat bbrp sub domain.. apakah caranya juga sama..? thanks..
sama aja
wah mirip sekali dengan prinsip WPMU ya, hebat mas ini. Saya baru main2 WPMU,sayang kapasitas kecil hostingku kecil,baru buat 3 user WPMU hostingnya dah mo penuh :$
adakah yang mau memberi donasi hehe di prafangga.com/blog/
maz luft..gimana cara nya koneksikan database ke lain server.contoh begini.domain A berada pada server indonesi..domain B berada pada server USA.dengan scritp dan database yg sama.jd user yg daftar pd domain A jg akan bisa akses ke domain B.tolong solusi nya..klw addon domain sy sdh bs melakukanya.thx yap.
Kalau beda server ya gak bisa sharing database.
hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan php curl,atau grab php,jd di database berada pada hosting usa,dan di hosting indonesia tidak perlu membuat database,cukup dengan menggunakan php curl
kalo pake trik ini untuk dipake buat 100 addon domain ngaruh ke kecepatan load ke databasenya ndak?