Home | Info | DAFTAR | Forum | Kontak | Member
Cari Artikel? Gunakan ini:

Ingatlah, kita dulu pernah di bawah

Kesuksesan kadang sering membuat orang lupa akan jati dirinya. Lupa bahwa dulu dia pernah menjadi bukan apa-apa. Nah, akhir-akhir ini alhamdulillah beberapa pencapaian-pencapaian telah berhasil saya dapatkan. Artikel ini adalah pesan untuk saya sendiri. Bukan untuk anda, bukan untuk siapapun. Moga anda membookmark artikel ini dan berikan kepada saya jika saya lupa diri dan buta karena kesuksesan.

Akibat banyaknya orang sukses yang jadi lupa dengan kawan bahkan lupa pada gurunya sendiri, maka akhirnya menimbulkan pandangan bahwa kesuksesan itu kurang baik. Ya, sering orang menjadi tidak sukses dan disabotase oleh dirinya sendiri karena anggapan seperti itu.

Karena itu, sebelum saya benar-benar sukses (sekarang sih udah..hehee..). Maka saya tulis artikel ini. Gunanya agar saya selalu ingat. Dan artikel ini bukan dibaca oleh saya sendiri, tapi oleh 700-an lebih subscriber cafebisnis dan 1000 lebih anggotanya. Jadi kalau anda menganggap saya sudah mulai lupa pada jati diri saya, lupa pada komitmen awal saya, maka tolong dan tolong sekali saya diingatkan.

Anda tak perlu bilang, mas jangan lupa diri, karena mungkin saya akan tersinggung. Cukup berikan URL artikel ini dan insya Allah saya sudah tahu maksud anda. Semoga Allah senantiasa menjaga hati saya, agar tidak terlalu serakah. Biarlah saya sukses dari mengeruk duit para bule2 penjajah daripada mengeruk duit bangsa sendiri.

Dan kepada member cafebisnis, saya ucapkan terima kasih. Tanpa anda semua, cafebisnis hanyalah sebuah nama. Tanpa anda, saya takkan berani mencoba hal-hal yang baru, yang membutuhkan banyak biaya untuk mengetahuinya. Dana yang anda berikan, alhamdulillah sebagian besar saya habiskan untuk meningkatkan keilmuan dan mengasah kemampuan saya. Walaupun saya belum sempat praktek, tapi saya usahakan untuk membaginya dulu.

Ilmu itu gak ada habisnya. Sekarang anda tahu satu hal, besok anda akan mendapatkan 2 hal yang masih rahasia dan harus diungkap. Jadi, tetaplah belajar dan belajar… Semoga Allah memudahkan langkah kita…

Langganan Artikel Cafebisnis, Masukkan Email Disini:


Dikirim oleh: Google FeedBurner

 

12 Komentar utk “Ingatlah, kita dulu pernah di bawah”

  1. Alharits says:

    Amin.. Kami – saya -merasa sangat bangga dengan Kegigihan Mas Lutvi ini, serta rasa rendah dirinya :) semoga menjadi salah satu yang di contohkan oleh Rasulullah agar selalu bersyukur dan tidak lupa diri.
    Dan semoga kedepannya semakin matang dan menjadi yang terbaik lagi – dan jangan lupa bagi2 ILMUnya ya he.he.. :) -

    Memang terkadang, kesuksesan dapat menjadikan kita budak akan kekayaan dunia, bukankah lebih baik kekayaan yang ada kita bangunkan sebuah ISTANA di Arsy’ Nya.

    Semoga Allah memudahkan hambanya yang selalu bersyukur kepadaNya.Amin….

  2. Bukankah kesuksesan ibarat anak tangga? saatnya melangkah lebih tinggi lagi …

    Jabat Erat
    Partisimon :)

  3. signup says:

    Mas Alharits maksudnya “rendah hati” kali yah? soalnya kalo “rendah diri” bahaya mas, btw

    “Biarlah saya sukses dari mengeruk duit para bule2 penjajah daripada mengeruk duit bangsa sendiri.”

    Wah berarti sudah banyak nih program-program yang diikutin mas Lutvi…..

    Selamat… yah mas saya sudah pesan buku kiat menjadi top 10 google…..

  4. mashengky says:

    anda sudah sukses.. saya belum apa2 nih mas hehehe..

    tapi saya senang cangkrukan di blog mas lutvi.. teman2 ngopi di sini asik2 … sayang ga ada dakocan (dagang kopi yang cantik) neh hahaha

    http://mashengky.wordpress.com/2008/10/27/google-adsense-do-and-dont/

  5. Denitoto says:

    Memang baik jadi orang penting tapi lebih penting jadi orang baik. Semoga kesuksesan pak lutvi tdk membuat berhenti jd orang baik & menular ke member cafebisnis. Amin

  6. Oke mas… ntar tak ingatin kalau mas lupa diri.. tenang aja … hehehehe…..

    maaf juga kalau terkadang saya lupa berterima kasih sama mas….

  7. [...] ilmu yang dimilikinya… sampai-sampai mas Lutvi ingin kita semua mengingatkan dirinya untuk tidak lupa bahwa dirinya dulu pernah dibawah.Suatu tindakan mulia sebagai seorang muslim yang percaya bahwa dengan berbagi ilmu tanpa pamrih [...]

  8. kUMpULNET says:

    Artikel ini, mengingatkan kita untuk menyempatkan menundukkan kepala ketika kita ada diketinggian, sehingga bisa melihat dan mengingatkan kita bahwa kita memang memulainya dari bawah!

  9. Wah Dalem Amat Mas Tulisannya, ampek2x Kalah Dalemnya Sumur x Kalah
    Ambil Air Disumur Pakai Kerekan Semakin Ditarik Timba Akan Semakin Tinggi
    Semakin Dalam Sumur Dan Perlu Doa,Usaha,Sabar,Telaten Untk Mengasuh Air Yg Ada Di Sumur Itu

    hidup Sekali Smoga Bermanfaat,Khusus Untk Keluarga Tercinta Dan Umumnya Untk Keluarga Besar CafeBisnis
    Maaf X Ndak Pandai Merangkai Kata2x
    trus trang Artikel Ne tlah Menyadarkan Kami,Hidup harus Bermanfaat

  10. ismail says:

    “Sesungguhnya Yang Benar Itu dari Allah dan Tidak ada Keraguan Sedikitpun”

  11. AndiQ CJDW says:

    Saya rasa itu suatu sikap yang patut dicontoh. Yaitu satu sikap kerendahan hati yang dijaman sekarang jarang dimiliki oleh setiap orang. Kerendahan hati akan selalu mengingatkan kita bahwa diatas langit masih ada langit dan semua itu adalah anugerah dari Allah SWT. Sesungguhnya menurut saya kesuksesan yang kita raih tidak akan ada artinya jika kita tidak dapat membuat orang lain sukses. Apa yang kita peroleh sekarang ini jika bermanfaat juga bagi orang lain maka itu adalah kesuksesan yang hakiki. Dengan begitu kita dijauhkan dari sikap tinggi hati dan memandang rendah kepada orang lain.

    Semoga kita dijauhkan dari sikap-sikap buruk yang demikian itu dan mencontoh apa yang telah diperlihatkan oleh mas Lutvi.

    Sukses selalu untuk semuanya.

  12. fahry says:

    salut sama mas Lutvi…
    Hidup emang harus selalu bersyukur