Home | Info | DAFTAR | Kontak | Member
Cari Artikel? Gunakan ini:

Ternyata Uang itu cuma Angka

Apa yang anda bayangkan jika saya bilang uang? Biasanya kita akan membayangkan kertas dengan tulisan 100 ribu atau kertas bergambar dollar. Tapi bagi saya uang itu tidak seperti itu. Saya melihat uang tak lebih hanya angka-angka di layar monitor. Lho?

Iya, saya sendiri merasakan sekali terutama akhir-akhir ini dengan semakin maraknya hypermarket seperti carefour, hypermart, giant, dll. Saya masuk tanpa membawa uang kecuali sedikit yang hanya cukup untuk makan dan beli bensin. Masuk hypermart, saya cuma jalan-jalan sambil melihat angka-angka di bawah tiap produk. Setelah itu, jika ada yang saya suka saya ambil aja langsung. Jalan lagi, ambil ini dan itu.

Sampai kasir, lagi-lagi kasirnya cuma ketik-ketik angka. Lalu bilang ke saya suatu angka. Saya keluarkan kartu debit yang saya bawa dan lagi-lagi diminta masukkan angka. Selesai, barang saya bawa. Besoknya saya lihat angka-angka di monitor lagi sudah berkurang persis sejumlah barang yang saya ambil.

Gak lama setelah itu angka di monitor udah nambah lagi karena ada yang beli CD atau tukar dollar PayPal yang saya miliki. Lagi-lagi angka-angka itu yang berputar kesana kemari.

Lalu saya cuma mikir gini, ini baru di hypermart aja, belum nanti di restoran, toko buku, mall dan nanti kalau tiap toko punya akses untuk kartu debit atau jika para pengusaha rame-rame membangun toko online, lalu akan kemana uang-uang kertas itu nanti ya?

Coba anda bayangkan, gak usah jauh-jauh lima tahun lagi saja. Saat toko online berkembang sepesat Amazon dimana orang transaksi hanya via SMS dan internet banking. Masih perlukah kertas bertulisan angka itu? Lalu kita kerja keras, banting tulang sabet sana sabet sini semua hanya demi angka-angka yang tertera di layar monitor… hehehehe

Lho mas? Kalau angkanya banyak kan kita bisa beli barang yang banyak??

Benar, tapi apakah tiap angka itu akan anda habiskan untuk beli barang? Saya yakin ada bagian diri kita yang suka melihat angka-angka itu semakin membesar… termasuk saya.. Jadi.. kita ini cuma main-main saja dalam hidup ini. Bermain dengan angka.

Langganan Artikel Cafebisnis, Masukkan Email Disini:


Dikirim oleh: Google FeedBurner

 

8 Komentar utk “Ternyata Uang itu cuma Angka”

  1. alharits says:

    Jaman semakin maju, teknologi semakin canggih, yang penting bisa berbagi, sudah merupakan satu tabungan nanti.’Hayo mas lutvi- bagi-bagi angkanya sini’eh.Uangnya ding…he.he.. :)

  2. Jadi selama ini kita mengejar-ngejar angka … “angka” yang bisa menopang kehidupan kita …

    Apakah ada angka keberuntungan? :)

  3. ensept says:

    sekarang ini belanja juga sudah bisa mengunakan pulsa

  4. Iya kalau orang kota udah pake uang angka aja… aku masih tinggal di desa terpencil, mau bayar pake uang paypal gak bisa, bayar pake debit BCA belum ada,

    beli nasi pecel juga pake uang kertas, beli sabun mandi dan odol juga pake uang kertas…

    ini masih suka mencetak uang angka di monitor jadi uang kertas…

  5. mashengky says:

    money talks, people walk

  6. akhmadsekhu says:

    Ternyata….!begitu berharganya sebuah angka…!.

  7. mufli says:

    Ya Benar pak Lutvi, tepat sekali. Kita, terutama pemain bisnis online ini lebih sering tertipu dan menerima uang palsu

    Mengapa banyak orang menjadi kaya ? ya karena mereka lebih suka uang palsu juga. Kalau senang uang yang asli saja maka jumlahnya akan sangat terbatas. Terbatas pada seberapa banyak orang yang mau dan mampu mengantarkan uang kepada mereka.

    Demikian pendapat saya.

    Terimakasih.
    Best Regards
    Mufli
    Uangmu Uang Palsu, bacalah :)

  8. debrajoem says:

    karena semua dari tiada menjadi ada dan semuanya akan kembali menjadi tiada, hanya 1 (Allah) yang utuh/kekal yang lain adalah 0. ingat biner…