Home | Info | DAFTAR | Kontak | Member
Cari Artikel? Gunakan ini:

Kenapa Harus Bayar?

Hari ini (atau kemarin) ada someone yang berkomentar di kesaksian. Ini coba saya copy pastekan disini. Atas permintaannya juga, saya approve commentnya walaupun dia tidak memberi kejelasan nama dan email.. hehehe.. Gpp kok, mas Lutvi ini sangat suka orang-orang kreatif dan berjiwa pembangun kayak sampeyan. Tapi saya copas hasil karyanya disini ya:

kalaulah kita mau melakukan belajar sendiri…semua ini sudah ada di internet dan GRATIS…kenapa harus bayar???
untuk ebook2 marketing seperti si “joel”, janganlah di anggap mudah, inspirator boleh. Karena tidak akan ada seorangpun yg memberi langkah akurat agar bisa bersaing di bisnis online marketing. Ini bisnis yang sudah dilakonin jutaan org seluruh negeri.
Yang kita dapatkan hanya umumnya saja..dan itu bisa di dapar di internet. (kalau bisa bhs inggris lebih muanteb lagi..), jadi kenapa harus BAYAR???

Nah, kenapa sih CafeBisnis yang ngasih ilmu yang udah ada di Internet harus meminta bayaran? Bagi anda yang menyukai produk gratisan mungkin akan terasa aneh. Apalagi bagi saya yang sudah punya kumpulan e-book yang butuh 2 hari untuk memindah dari komputer lama ke laptop ini.

Ini berdasarkan pengalaman saya dan ditambah artikel terbaru cosa aranda yang hendak mencari 10 pebisnis pemula. Syarat-syarat yang diberikan salah satunya adalah bersedia mengeluarkan biaya yang diperlukan. Kemudian saya juga melihat dari blog-blog para pebisnis online yang sukses, Rata-rata mereka memiliki blog dengan TLD domain. Jadi belum ada yang memakai anu.blogspot.com atau itu.wordpress.com

Saya juga yakin, para pebisnis online yang sukses selalu membeli dan mengambil manfaat dari buku yang dibelinya. Saya kenal dengan cosa dan di ruang kerjanya terjejer buku-buku internet marketing dan buku marketingnya sekalian. Anne Ahira, dari tulisan-tulisannya juga tersirat bahwa dia mendapatkan ilmu itu bukan dengan sulap.

Kenapa anda bisa menulis dan membaca seperti sekarang? Kenapa anda tahu perkalian, pembagian, penjumlahan dan lain-lain. Kenapa anda harus bayar untuk bisa menguasai ilmu itu? Apa orang tua anda tidak bisa membaca menulis dan berhitung sehingga anaknya mati-matian dicarikan duit supaya bisa baca tulis. Jawabnya karena ilmu itu mahal. Dan dengan membayar, menunjukkan keseriusan anda dalam mengejar peningkatan kemampuan diri.

Apa mas Lutvi juga beli e-book?

Ya, saya baru saja beli e-book yang cuma ngajari cara beli domain dengan tebal cuma 9 halaman minim screenshot seharga $5 atau sekitar Rp. 45.000. Saya juga beli buku panduan WordPress yang nggak diajari cara bikin permalink di toko buku, saya beli buku SEO walaupun tertawa sendiri pas baca isinya. Saya beli buku Marketing Revolution bahkan CD Life Revolution saya bungkus juga padahal paket Audio 24 CD itu seharga Rp. 1.900.000,-

Kenapa saya mau bayar? Apa tidak ada materi marketing di Internet?

Jawabnya materi internet sangat banyak. Tapi hanya satu yang bermanfaat, yaitu yang kita dapatkan dengan susah atau membelinya. Diantara ribuan e-book yang saya miliki, hanya beberapa saja yang saya ingat. Itupun karena memang dibagikan secara gratis. Sedangkan yang dapat dari warez alias bajakan, sama sekali tidak saya ingat dan tidak bermanfaat sama sekali.

Salah seorang terapis yang saya kenal pernah bercerita kenapa dia menerapkan bayaran tinggi terhadap orang yang mau terapi padanya. Katanya, saat seseorang itu mengeluarkan uang untuk sesuatu yang diinginkannya, maka dia akan berusaha sungguh-sungguh mendapatkan apa yang diinginkannya tersebut. Kesungguhan ini sudah 90% keberhasilan.

Jika dihubungkan dengan kata-kata Tung Desem Waringin. Seseorang itu akan take action jika dia melihat alasan yang sangat nikmat jika mendapatkan dan kesengsaraan yang amat besar jika melewatkannya.

Jika anda membeli sesuatu, walaupun itu jelek menurut orang lain, pasti anda bilang bagus. Motor misalnya, motor yang anda beli dan motor orang lain dengan merk berbeda, pasti anda bilang motor anda yang bagus. Hehhee.. Saya punya motor cina yang mirip Mega Pro, pas ditanya orang, selalu saya bilang bagus dan bandel.. Soalnya kalau saya bilang sering mogok malu dong..hahahha… Tapi pada kenyataannya memang motor saya teramat sangat jarang mogok. Sejak beli baru 2-3 kali saja masuk bengkel. Padahal soal perawatan, saya sering dapat teguran karena dianggap “mendzolimi” motor hahahhaa..

Wah, udah panjang banget rupanya. Akhirul Kalam, inget kata pepatah masyarakat Jatim, “Jer Basuki Mawa Bea” Sesuatu kebaikan atau manfaat itu, memerlukan pengorbanan untuk mewujudkannya.

Langganan Artikel Cafebisnis, Masukkan Email Disini:


Dikirim oleh: Google FeedBurner

 

14 Komentar utk “Kenapa Harus Bayar?”

  1. ensept says:

    Mudah2an pertamax…hehehe

    setuju nih dg uraian mas lutvi, sebab selama ini yg sy peroleh secara gratis kurang semangat dalam menerapkan krn sy merasa toh nggak rugi nggak beli, tapi klo sudah beli khan mau gak mau harus dimanfaatkan….hanya saja tidak semua yg dijual secara online itu sesuai dengan biaya yg kita keluarkan..yang sehebat sales letternya!

    GoodLuck

  2. mashengky says:

    sesuai dengan artikel saya: informasi di internet itu gratis tapi tidak gratis..

    silakan baca dibawah ini:

    http://mashengky.wordpress.com/2008/08/29/informasi-di-internet-adalah-gratis-tapi-tidak-gratis/

  3. mufli says:

    Aku setuju dengan pak Lutvi, bahwa yang gratis-gratis di internet memang berhamburan, hanya saja namanya berhamburan ya harus kita susun dan rapikan dulu, sortir-sortir yang mana yang keren dan yang mana yang malah berbahaya.

    Namun tetap saja kita harus dapat memaknai “gratis” tersebut dalam arti yang lebih luas. Memang benar gratis dalam arti sangat sempit adalah “tidak bayar pakai uang” namun pada dasarnya kita akan dan bahkan pasti harus membayar dalam bentuk lain seperti tenaga, waktu dan usaha (ini mahal) agar yang mulanya gratis tadi hasilnya tidak gratis (gagal). Kalau sepenuhnya tidak kita bayar baik pakai uang atau pakai tenaga, waktu dan usaha tadi maka yang gratis seperti itu pasti gagal. hehe..

    Best Regards
    Mufli
    Yang Gratis Pasti Gagal!
    http://bisnisgratis.net/bisnis-gratis-pasti-gagal

  4. [...] Semua Boleh Gratis, Tapi Waktu Tidak Gratis.. Waktu Adalah Uang! Melanjutkan debat dari someone di blog cafebisnis kemarin, saya jadi tergelitik untuk lebih mendalami fenomena mental gratisan di [...]

  5. mashengky says:

    mas, silakan lihat review saya terhadap artikel anda ini..

    sebel juga sm si someone.. hehehe..

    btw: saya nggak kena serangan fajar, tapi tulisan di atas gara2 hal yang sama.. mental gratisan..

    ini link artikel baru saya:
    http://mashengky.wordpress.com/2008/09/09/oot-semua-boleh-gratis-tapi-waktu-tidak-gratis-waktu-adalah-uang/

  6. partisimon says:

    Menurut saya tidak ada sesuatu yang benar-benar gratis, karena untuk mendownload “e-book gratis”-pun terkena biaya pulsa internet, termasuk aktivitas memasang iklan pada “iklan gratis”, juga ternyata tidak gratis karena adanya biaya koneksi internet itu.

    Selain itu, memasang iklan secara gratis dan berbayar, jauh sekali perbedaan traffik yang di dapatkan.

    salam

    Partisimon

  7. lupuzmillenia says:

    Yup betul….http://offto.net/preman/ aja ngasih gratis tapi berusaha dengan sedikit tenaga yang kecil…ndak perlu pake duit….

    salam,
    lupus

  8. gratis boleh bayar boleh asal lebih bermutu

  9. mufli says:

    Marilah kita maknai kata “gratis” dengan cara yang paling memberdayakan kita. Yang gratis dan bagus juga banyak, yang tidak gratis dan lebih bagus juga lebih banyak lagi. Kalau bicara bisnis mungkin lebih banyak pebisnis sejati yang lebih fokus pada sesuatu yang dapat menghasilkan dengan cara yang efisien dan efektif. Ukuran dari sisi bisnisnya mungkin PROFIT.

    Misalnya modal 0 profit bersih Rp10, atau modal Rp20 profit bersih Rp15, modal 1M profit 128jt. modal 0 profit 0, modal 1jt eh rugi bersih Rp300.000, dsb.

    Untuk itu kita bisa memilih dan menentukan sendiri yang mana yang paling baik untuk tujuan dan pencapaian kita. Boleh yang gratis, boleh juga yang bayar. Kalau lebih efektif lagi pula efisien yang gratis why not. Kata pak Tung, kita harus pandai melakukan tes dan ukur, untuk mendapatkan kombinasi yang paling baik.

    Dan, baik gratis atau bayar, kita akan selalu punya pengalaman pribadi yang berbeda-beda hasilnya. Pengalaman akan nempel dan terbawa dalam gaya bicara. Dan tak salah kita belajar dari mereka yang keberhasilannya menginspirasi kita. Caranya adalah dengan berpikiran terbuka, fleksibel dan tetap berpendirian yang kuat dan dahsyat.

    Itu tadi ucapan teman saya pak Syaiful yang barusan pulang dari rumah saya.

    Dan saya kebetulan suka keduanya.

    Kebetulan saya dikelilingi oleh orang-orang dahsyat juga, seperti teman-teman di CafeBisnis ini.

    Enjoy aja. hehe..

    Best regards
    Mufli

  10. ensept says:

    Maaf OOT, gimana caranya mengetahui urutan rangking kita di google search?

    JAWAB:

    Ya pake Google. Kan udah urut sendiri

  11. fahry says:

    mantep penjelasannya…
    Saya juga mengeluarkan budget, untuk beli ebook, untuk beli PLR article, untuk beli domain, hosting.

    Kalo selamanya cari yang gratis susah majunya, tapi ya kembali ke personal masing2.

    Kalau memang membayar dan ada nilai lebihnya dan bisa mendapatkan keuntungan berlipat, mengapa tidak.

  12. fahry says:

    @ensept maksudnya mungkin langsung tahu di halaman brp jadi gak ribet nyarinya satu2, coba ini mas
    http://www.serprank.com/ tp buat google.com yang gooogle.co.id blm bisa kayaknya

  13. fahry says:

    @mufli
    iya mas…setujua juga dengan anda
    Kombinasi yang bagus adalah memadukan yang gratis dan berbayar, tergantung pengalaman anda masing-masing :)
    Senang bisa punya teman2 di cafebisnis yang hebat2

  14. Aku mendukung pencari barang gratisan…..

    tapi tanggung sendiri nikmatnya sengsara

    aku juga mendukung pembeli barang berbayar

    tapi tanggung sendiri nikmat sejati nya